10 Fakta Tentang Ka’abah Yang Tidak Berubah

10 Fakta Tentang Kabah Antaranya Tidak Berubah, Pemegang Kunci Hanya diPegang Oleh Satu Keluarga, Keturunan Bani Shaiba | Tak ada tempat yang paling dihormati di muka Bumi ini, selain Kabah yang berada di Kota Mekah, Arab Saudi.

Tak ada tempat paling suci bagi umat Muslim kecuali bangunan di wilayah Hijaz itu.
Setiap hari, jutaan umat Muslim di segala penjuru dunia salat dengan menjadikan Kabah sebagai kiblat.

Setiap hari pula ribuan orang berlari mengelilingi bangunan suci ini. Bertawaf. Tak pernah sepi, 24 jam sehari.

Bangunan berbentuk kubus ini menjadi sejarah besar bagi umat manusia, khususnya kaum Muslim. Pernah akan dihancurkan, namun bangunan berselubung sutera hitam itu masih gagah berdiri.

Meski terkenal, mungkin ada beberapa hal dari Kabah yang orang belum banyak tahu. Berikut beberapa hal yang belum banyak diketahui dari kabah sebagaimana yang dikutip dari dream.co.id

1. Berkali – Kali diRekonstruksi
Rekonstruksi utama juga terjadi pada zaman Nabi Muhammad. Bahkan kala itu nyaris terjadi pertumpahan darah karena masing-masing suku ingin membawa Hajar Aswad untuk dipasang di Kabah.

Akhirnya Nabi Muhammad memutuskan batu hitam itu dibawa dengan menggunakan kain dan seuku-suku yang berebut itu bisa membawanya bersama-sama. Sehingga terhindar dari pertumpahan darah.

Sejak rekonstruksi zaman Nabi, telah terjadi rata-rata satu rekonstruksi utama setiap beberapa abad. Renovasi terakhir terjadi pada tahun 1996 dan sangat menyeluruh, yang mengarah ke penggantian banyak batu dan kembali memperkuat pondasi dan atap baru.

Renovasi itu [semoga saja] menjadi rekonstruksi terakhir selama berabad-abad, sebab dilakukan dengan menggunakan teknik modern, sehingga bangunan ini lebih aman dan stabil dibandingkan sebelumnya.

2. Pernah Memiliki dua Pintu dan satu jendela
Kabah mulanya memiliki dua pintu. Pertama untuk masuk, dan yang lainnya untuk keluar. Namun pada saat tertentu Kabah punya satu jendela pada salah satu sisinya. Namun sekarang Kabah hanya punya satu pintu tanpa jendela lagi.

3. Berwarna – warni
Saat ini, kita hanya melihat Kabah ditutupi oleh kiswah yang terbuat dari sutera hitam dengan sulaman kaligrafi dari benang emas.

Bentuk itu dimulai sejak zaman dinasti Abbasiyah. Sebelum itu, Ka’bah ditutupi kain dengan beberapa warna, termasuk hijau, merah, dan bahkan putih.

4. Kunci dipegang Satu Keluarga
Setelah zaman Nabi Muhammad, sejumlah aspek perwalian Kabah telah berubah. Segala yang berhubungan dengan ritual Haji berganti-ganti dikendalikan suk-suku Quraisy. Satu-persatu kehilangan kendali atas perwalian itu.

Namun satu hal yang tidak berubah. Pemegang kunci. Hanya dipegang oleh satu keluarga, keturunan Bani Shaiba. Saat menaklukkan Mekah, Nabi Muhammad mengembalikan kunci itu kepada Osman ibn Talha.

Nabi mengatakan kunci itu akan dipegang keluarga ini secara turun-temurun sampai kiamat. Kunci itu tidak akan diambil, kecuali oleh penguasa yang tidak adil, tiran, dan menindas. Bagi raja dan penguasa manapun yang akan masuk ke Kabah harus mendapat izin dari keluarga pemegang kunci ini.

5. Pernah dibuka Untuk Semua Orang
Dulu, Kabah dibuka dua kali seminggu untuk siapa saja yang ingin berdoa. Namun kerana semakin banyak jemaah, maka sekarang hanya dibuka dua kali dalam setahun untuk pejabat dan tamu khusus saja.

6. Banjir
Letak Kabah di bagian lembah pernah menjadi masalah. Saat hujan datang, banjir melanda Kota Mekah. Dulu, drainase atau saluran air di Kota Mekah belum sebaik sekarang. Sehingga banjir menggenang hingga di sekeliling Kabah.

Banjir terparanh yang terekam terjadi pada tahun 1941. Kala itu banjir terjadi hingga mencapai leher orang dewasa. Di zaman-zaman sebelumnya, banjir juga pernah menggenangi Kaabah.

7. Kabah di Langit
Al Quran dan Hadis menyebut adanya Baitul Makmur di langit. Ada beberapa tafsir tentang Baitul Makmur ini. Sejumlah ahli tafsir menyebut ini merupakan Kabah bagi ‘penduduk’ langit.

8. Plakat Raja
Selama bertahun-tahun banyak orang bertanya-tanya seperti apa kondisi di dalam Kabah. Bagian dalam Ka’bah sekarang dilapisi dengan marmer dan kain hijau yang menutupi dinding bagian atas.

Di dinding terdapat plakat yang berukir nama penguasa yang melakukan renovasi pada Rumah Allah ini.

9 . Hajar Aswad Pecah
Hajar Aswad yang terpasang di Kabah pecah menjadi beberapa bagian. Pecahan-pecahan itu disatukan kembali dalam satu frame yang terbuat dari perak.

Sebagian menyatakan yang merusak Hajar Aswad itu adalah pasukan Umaiyah yang mengepung Mekah yang kala itu di bawah kendali Abdullah ibn Zubair.

Namun rupanya semua sepakat yang menyebabkan terpecah-belahnya batu yang disebut-sebut berasal dari syurga itu adalah kelompok Ismailiyah Bahrain yang disebut Qarmatians. Mereka menyatakan ibadah haji merupakan tindakan tahayul. Mereka juga membunuh puluhan ribu jamaah haji dan membuang tubuh mereka di sumur Zamzam.

Tak puas dengan tindakan biadab itu, mereka kemudian mengambil Hajar Aswad. Mereka membawanya ke arah timur Arab dan kemudian menyembunyikannya di Kufah, Iraq. Mereka kemudian meminta tebusan hingga akhirnya mereka dipaksa menyerahkan batu itu oleh Khalifah Abassiah.

Saat dikembalikan, batu itu sudah terpecah-pecah. Dan satu-satunya cara untuk menjaga batu itu tetap utuh adalah mengikat mereka dengan frame perak. Beberapa sejarawan menceritakan bahwa masih ada beberapa bagian dari batu itu yang hilang.

10. Semula Bukan Kubus
Semula, Kabah tak berbentuk kubus, melainkan persegi panjang atau balok. Ketika Kabah dibangun ulang, saat itu orang-orang Quraisy membuat pondasi melingkar dengan bata sederhana yang meliputi area semi-lingkaran yang disebut Hijr Ismail, untuk menandai dimensi asli Kabah.

Saat melakukan renovasi, orang-orang Quraisy kekurangan dana. Memang sebelum merenovasi mereka sepakat hanya menggunakan wang halal. Namun kerana kekurangan dana, pembangunan itu tidak boleh selesai seperti bentuk aslinya. Ka’bah pun di bangunkan lebih kecil dari bentuk aslinya, sehingga berbentuk kubus.

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad saw ingin membangun Kabah sesuai bentuk aslinya. Namun sebelum niat itu terlaksana, Nabi Muhammad saw telah wafat. Bentuk yang saat ini kita lihat adalah bentuk yang sama saat Rasulullah saw masih hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *